Senin, 10 November 2014

Dana Kartu Indonesia Pintar Sudah Masuk ke Kemensos

Jakarta, Kemendikbud ---Implementasi penyaluran bantuan kepada siswa miskin tidak lagi dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, penyaluran dana yang termasuk ke dalam kategori dana bantuan sosial (bansos) dipusatkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Kementerian Keuangan sudah masuk ke Kemensos. “Saya sudah terima laporan Senin lalu bahwa dananya sudah masuk ke Kemensos,” katanya di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
Menurut Mendikbud, meskipun sumber dana bantuan sosial dari masing-masing kementerian, tetapi eksekusinya di Kemensos. Pihaknya, kata dia, hanya menyuplai data saja. “Kalau dulu kita terlibat, sekarang kita hanya menyiapkan data,” ujarnya.
Mendikbud mengatakan, salah satu bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari Kemendikbud adalah KIP. Dalam pengelolaanya, kata dia, dana untuk KIP ini dialokasikan langsung oleh Kementerian Keuangan dengan mengambil pos-pos yang terkait. “Saat ini pos yang tersedia adalah bantuan siswa miskin (BSM),” katanya.
Menteri Anies menyebutkan, berdasarkan data Kemendikbud jumlah penerima bansos yang ada saat ini sebanyak 12,8 juta orang, sedangkan proyeksi data penerima KIP sebanyak 18 juta orang. “Data tersebut merupakan gabungan antara data Kemendikbud dengan data yang dimiliki kementerian lain,” katanya.
Konsep KIP, kata Mendikbud, akan menjangkau masyarakat pra sejahtera baik yang berada di sekolah maupun yang di luar sekolah. Dia menjelaskan, anak yang berada di luar sekolah ini seperti anak jalanan, anak yatim yang berada di yayasan yatim piatu, maupun anak-anak yang berada di sekolah yang tidak tercatat di kementerian.
Ke depan, Menteri Anies memperkirakan data calon penerima bansos ini akan semakin bertambah. Penambahan tersebut, kata dia, disebabkan dengan data yang semakin lengkap. Untuk mengakomodir kebutuhan data yang valid, pemerintah akan membangun basis data komprehensif. “Jika datanya lengkap, melayani masyarakatnya jadi lebih enak,” katanya. (Aline Rogeleonick/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)

Kamis, 14 Februari 2013

Kurikulum 2013, Dukamu atau Gembiramu

KabarIndonesia - Beberapa bulan lagi tepatnya pada tahun ajaran 2013/2014 pemerintah melalui kementrian pendidikan nasional akan menerapkan kurikulum baru dengan tujuan seperti yang diungkapkan Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) adalah untuk menciptakan anak didik yang kompeten dan bisa dipertanggungjawabkan (29/11/2012).

Penerapan kurikulum baru ini masih mendapat respons negatif dari masyarakat terutama masyarakat pendidik dengan berbagai argumennya. Respons negatif masyarakat terhadap penerapan kurikulum baru ini sangat wajar karena melihat dari pengalaman-pengalaman yang lalu.  Penerapan kurikulum di Indonesia terkesan sudah tidak wajar lagi, tergesa-gesa dan bahkan persepsi masyarakat yang berkembang saat ini adalah ganti menteri ganti kurikulum.

Kalau memang tujuannya baik, maka pemerintah harus dapat membuktikan itu semua pada masyarakat karena yang diubah bukan seperti mengonversi minyak ke gas tetapi membentuk manusia yang kalau salah cetak maka akan berdampak sepanjang zaman.


Substansi Kurikulum 2013

Beberapa hal yang menjadi substansi kurikulum tersebut menyangkut standar isi, standar proses dan standar penilaian. Dalam kurikulum 2013 mata pelajaran di tingkat SD bersifat tematik-integratif. Misalnya dalam satu tema mendiskripsikan tentang air, maka dalam materi pelajaran air tersebut ada mata pelajaran bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan alam dan mata pelajaran lain. Sementara di tingkat SMA penjurusan sosial dan pengetahuan alam diganti mata pelajaran pilihan. Siswa diberi ruang untuk memilih mata pelajaran yang disenangi. Sehingga tidak ada penjurusan IPA dan IPS. Dalam hal penilaian, guru dituntut tidak terfokus hanya pada penilaian kognitif tapi juga sikap dan keterampilan melalui observasi dan portofolio.

Akibat perubahan penilaian ini jika akan dilakukan maka akan menambah waktu jam belajar bagi siswa. Prinsip kurikulum ini dalam hal jam pelajaran akan ditambah, dan beberapa mata pelajaran akan dikurangi. Hal ini memang sudah banyak dilakukan di beberapa negara. Mereka menambah jam pelajaran dan mengurangi mata pelajaran, sehingga pendalaman dan waktu untuk mengeksplorasi kompetensi dasar pelajaran lebih mendalam.

Kurikulum yang diubah itu bukan mengganti semuanya, tetapi lebih pada penyempurnaan pada bagian-bagian tertentu. Seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dilaksanakan tahun 2004, yang kemudian diganti dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada 2006, dan selanjutnya diubah menjadi Kurikulum 2013.

Kalau dicermati ketiganya, sangat banyak persamaannya, terutama tekanannya pada penguasaan kompetensi dan pengaktifan siswa semaksimal mungkin dalam belajar. Masalah bagi guru dari pihak dunia pendidikan, khususnya guru dan peserta didik janganlah menjadi sebuah objek dari sebuah implementasi kurikulum. Kesiapan guru dalam setiap sebuah revisi kurikulum sangat diperlukan. Peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan guru sangat diperlukan untuk menyambut setiap kebijakan yang ada. Kreatifitas dan inovasi guru dalam setiap kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada pedoman kurikulum saat itu harus segera di tingkatkan. Perubahan jaman dan kebutuhan belajar peserta didik dari waktu ke waktu terus berbeda dan guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas dirinya agar tidak terlindas oleh jaman, dan peserta didik bukan lagi menjadi kelinci percobaan dari setiap implementasi kurikulum.

Entah apa pun nama dan misi dari sebuah kurikulum, harus dicermati lebih mendalam tentang latar belakang dan tujuannya. Sigap dan cermat akan lebih baik daripada mengeluh sepanjang waktu dan akhirnya menghambat sebuah program yang seharusnya dilaksanakan. Derita atau gembira tergantung dari mindset yang dibentuk oleh diri sendiri. Percaya dan yakin bahwa apa pun itu, kebijakan pendidikan yang disodorkan oleh pemerintah, tapi itulah yang dianggap terbaik saat itu.
Jika menurut sebagian praktisi pendidikan itu tidak baik, maka jadikanlah menjadi baik melalui kreatifitas dan inovasi yang dibentuk sendiri tanpa meninggalkan acuan kurikulum saat ini.(*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

Sabtu, 24 Desember 2011

PESERTA SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012

Silakan klik tautan di atas. Kemudian pada data peserta, klik provinsi tempat Bapak/Ibu mengajar dan dilanjutkan dengan mengklik kabupaten/kota. Terakhir klik tulisan tampilkan dan silakan dicek pada lembar halamannya, apakah nama Bapak/Ibu sudah tercantum.
Bagi bapak/ ibu guru yang telah memiliki nomor NUPTK dapat mengetahui apakah bapak/ ibu tercantum dalam daftar calon peserta sertifikasi guru 2012. Silahkan klik tautan dibawah ini, kemudian tuliskan nomor NUPTK bapak/ ibu pada kolom yang bergambar lensa. Klik tautan dibawah ini:


Rabu, 14 Desember 2011

Ujian Nasional Tahun 2012 di perketat

TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah akan memperketat pelaksanaan ujian nasional 2012. Naskah soal akan dibuat lebih dari 3 jenis. Adapun penggandaan naskah di tiap provinsi akan dihapus untuk mengurangi risiko kebocoran soal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh mengatakan, pemerintah tahun depan tetap akan menggelar ujian nasional. "Sudah halal, tidak perlu diperdebatkan lagi, sekarang tinggal pelaksanaannya saja agar lebih baik," kata Nuh di Bandung, Jumat, 9 Desember 2011.

Kementerian akan melakukan sejumlah perbaikan dari sisi pelaksanaan. Untuk memastikan naskah soal aman dan kerahasiaannya terjaga, pemerintah mencabut wewenang penggandaan soal di 33 provinsi. "Sekarang hanya 5 atau 6 titik (penggandaan soal) yang nanti akan dilelang," katanya.

Wilayahnya dibagi tiga, yaitu Indonesia bagian timur, tengah, dan barat. Namun pemerintah belum menentukan provinsi mana saja yang masuk ketiga zona tersebut. "Nantinya distribusi soal tetap dilakukan oleh provinsi," katanya.

Perubahan kebijakan penggandaan soal itu, ujar dia, bukan berarti soal ujian tahun lalu bocor semua. Melainkan untuk efektivitas dan efisiensi pengawasan oleh pusat. "Tahun lalu, untuk Bali cetak soalnya di Jawa Timur dan distribusi Jawa Timur dari Jakarta," katanya.

Selain itu, variasi jenis soal juga diperbanyak. Dari 3 jenis, akan ditambah menjadi 5-7 jenis soal. Tujuannya, kata Nuh, untuk memperkecil tingkat penyimpangan soal.

Adapun syarat kelulusan masih sama seperti tahun lalu. Rata-rata nilai siswa, kata Nuh, harus 5,5 dan angka terkecil nilai ujian minimal 4. "Komposisi nilai juga masih 40 persen ujian nasional dan 60 persen nilai sekolah," katanya.

Ujian nasional untuk tingkat SMA sederajat akan digelar 16-19 April 2012 dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Ujian SMP sederajat berlangsung 23-26 April 2012 dan ujian susulan pada 30-4 Mei 2012. Sedangkan untuk jenjang SD sederajat, ujian dimulai 7-9 Mei 2012 dan susulannya pada 14-16 Mei 2012. (hery)

Senin, 06 Juni 2011

INFORMASI PPDB KELAS REGULER TP 2011/2012

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Diberitahukan bahwa; Penerimaan Peserta Didik Baru Kelas Reguler Tahun Pelajaran 2011/2012 akan dimulai tanggal 20 s.d. 25 juni 2011, dengan ketentuan sbb;
a)    Persyaratan :
1)    Foto Copy Akte Kelahiran/Surat tanda kenal lahir/surat keterangan kelahiran dari RT/RW
2)    Usia setinggi-tingginya 18 (delapan belas) tahun pada tanggal 11 Juli 2011
3)    Surat Keterangan Hasil Ujian SD/MI/Kejar Paket A Asli dan Foto copy-nya :1 lbr yang dilegalisir.
4)    Foto copy Ijazah SD/MI/ Kejar Paket A  : 1 lembar yang sudah dilegalisir
5)    Jika Ijazah belum ada, maka harus ada Surat Keterangan Hasil UAS-BN asli dan Surat Keterangan  LULUS yang asli dari Kepala Sekolah.
6)    Membawa Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKKB) dari sekolah asal.
7)    Menyerahkan Pas photo ukuran :  2 x 3 cm (hitam putih/berwarna) sebanyak : 2 lembar
8)    Calon Peserta didik baru lulusan tahun 2009/2010 atau sebelumnya, harus melampirkan surat pernyataan tidak sedang sekolah dari orangtua/wali murid dengan ditempel materai 6000.
9)    Mengisi Formulir Pendaftaran yang disediakan di tempat pendaftaran